Wajah Muram Jalan Margonda

0
136

Depok – Jeritan klakson dan bau asap kendaraan sudah menjadi sarapan sehari-hari masyarakat yang melalui Jalan Margonda Raya. Kian akrab dengan kemacetan jalan Margonda dinilai terlalu padat pembangunan, bisa dikatakan hampir seluruh pembangunan strategis kota Depok berada di jalan yang diambil dari nama pejuang kemerdekaan yang gugur di kali bata ini.

Sebagai kota suburban yang juga menjadi kota peyangga ibu kota DKI Jakarta, Depok makin hari makin padat terlihat dari lonjakan penduduk kota Depok tercatat cukup tinggi dengan rata-rata pertumbuhan penduduk Depok mencapai 3.000 hingga 4.000 orang per bulan, jumlah tersebut 60 persen disumbang dari migrasi penduduk luar. Tingginya angka pertumbuhan penduduk kota Depok sedikit banyak berpengaruh terhadap kemacetan yang kerap terjadi di Margonda.

Salah satu warga yang sudah 20 tahun tinggal di Depok, Handala Emasa Putra (22) menuturkan bahwa kondisi Margonda kini sangat jauh berbeda dengan sebelumnya. “Dulu itu saking belantarannya katanya disebut orang tempat jin buang anak, sampe orang tuh pada ogah tinggal disana” tuturnya, Margonda kini memang jauh berbeda dengan berbagai fasilitas yang komplit tersedia mulai dari rumah sakit, pusat perbelanjaan hingga kantor walikota yang juga berada di Margonda. Namun sistem Margonda sentris ini berbuah kemacetan yang tak berujung pada jam tertentu. “Macet banget itu dari UI sebelum Margo City, fly over deket itc, pagi dan sore sampai malem jam pulang kerja yang parahnya” ujar pemuda yang menjadi wirausaha muda ini.

Kemacetan jalan Margonda tentu harus segera diatasi mengingat Margonda adalah salah satu jalan utama penghubung Depok dan Jakarta. Berbagai cara telah dilakukan oleh Pemkot Depok untuk mengatasi macet seperti yang baru-baru ini dilakukan yaitu dengan memasang separator jalan yang membagi jalan Margonda menjadi dua jalur yaitu jalur cepat dan jalur lambat, namun hingga sekarang wajah Margonda masih muram dengan para pengendara yang setiap hari konsisten diuji kesabarannya.

Belum maksimalnya solusi yang telah dilakukan tersebut menjadi PR tersendiri  Pemkot Depok dan beberapa instansi terkait agar kemacetan yang kerap terjadi dapat segera terselesaikan karena kemacetan selain menimbulkan kerugian waktu, juga tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental para pengguna jalan. “Semoga aja ke depannya depok bisa lebih hijau, islami, bersih dan bebas macet” tutup Handala. (Ghea Aprili Hafsah S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here