Sidang Pra Peradilan Fredrich Yunadi

0
67

Sidang perdana permohonan praperadilan yang diajukan pengacara Fredrich Yunadi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akan dijadwalkan pada hari Senin 12 Februari 2018 hal ini berdasarkan jadwal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan..

Fredrich selaku pengacara Setya Novanto, mengajukan gugatan praperadilan atas ditetapkannya ia sebagai tersangka kasus dugaan merintangi proses penyidikan e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

“Perkara Nomor 9/Pid.Pra/2018/PN Jkt.Jaksel, dengan pemohon Fredrich Yunadi dan termohon Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari sidang pertama Senin 12 Februari 2018,” ujar Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Achmad Guntur saat dikonfirmasi oleh redaksi liputandepok.com,Senin (22/1/2018).

Pengadilan menunjuk Ratmoho sebagai hakim tunggal untuk mengadili perkara tersebut nantinya. Pendaftaran permohonan praperadilan atas status tersangkanya dilakukan kuasa hukum Fredrich Yunadi, Sapriyanto Refa. Hal ini dilaporkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis 18 Januari 2018.

Kuasa hukum Fredrich Yunadi mengatakan, ada beberapa point yang membuat kliennya menggugat KPK melalui praperadilan. Salah satunya adalah mengenai penetapan tersangka yang dianggap tidak sah.

Sapriyanto megungkapkan, penetapan tersangka kepada seseorang harus memenuhi minimal dua alat bukti yang cukup. Tetapi, dia menilai, bukti-bukti yang dimiliki KPK belum cukup untuk menjerat kliennya sebagai tersangka.

Penyitaan yang dilakukan oleh KPK beberapa waktu sebelumnya. Menurut dia, harus dilakukan setelah mendapat penetapan dari ketua pengadilan. Hal itu telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Saat ini Fredrich dan dokter Bimanesh telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Hal ni atas dugaan menghalang-halangi penyidikan Setya Novanto.

Hal dasar KPK menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka adalah, KPK menduga data medis terdakwa kasus e-KTP, Setya Novanto, dimanipulasi. Hal ini juga yang mengakibatkan dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, sebagai tersangka.

Menurut KPK, Skenario ini disusun untuk menghindari pemeriksaan Setya Novanto oleh penyidik. Selain itu, KPK memastikan bahwa Fredrich Yunadi telah memesan satu lantai di RS Medika Permata Hijau sebelum kliennya mengalami kecelakaan,. KPK mengaku memiliki bukti terkait pemesanan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here