Politik dan Pemuda Miilenial

0
111

Liputandepok.com – Bung Karno pernah berkata “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia” . Bung Karno melihat betapa memiliki peran yag sangat luar biasa dari pemuda dan begitu yakin dengan kemampuannya.

Hal yang disampaikan oleh Bung Karno masih sangat relevan sampai saat ini termasuk dalam pusaran politih ditanah air, setidaknya dari animo pemuda dalam proses demokrasi pada pilkada dimasing-masing provinsi dan kabupaten/kota diseluruh Indonesia.   Seperti Dr. K.H. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat 2 periode, masa jabatan 2008-2013 dan 2013-2018. Pada saat dilantik sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 17 September 2008, usianya 36 tahun. Zumi Zola Zulkifli di lantik menjadi Gubernur Provinsi Jambi periode 2016 – 2021 berpasangan dengan Fachrori Umar. Putra Asli Jambi kelahiran 31 Maret 1980 di Desa Tempino.

Politik saat ini bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan oleh pemuda Indonesia, banyak diskusi serta ketertarikan pemuda terhadap politik akan mejadi hal yang positif bagi bangsa Indonesia sendiri, pembaharuan pemikiran dari anak-anak muda yang fresh secara pola pikir sangat diperlukan untuk kepentingan rakyat dalan menghadirkan program-program dan kebijakan yang sesuai dengan zamannya.

Munculnya pemuda milenial dalam proses politik praktis memang memberi warna tersendiri dalam perpolitikan tanah air, Salahsatunya adalah munculnya anak-anak muda yang mendeklarasikan diri menjadi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Segmentasi anak muda yang diambil sangat memberikan perbedaan dengan partai-partai yang ada saat ini walaupun secara konsep dan visi semuanya sama untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Anggota DPD Kabupaten Bekasi Partai Solidaritas Indonesia, Muhamad Fauzi  ditemui dikawasan Sukatani  berpendapat bahwa keterlibatan pemuda dalam politik sangat dibutuhkan sebagai keterwakilan pemuda dilembaga legislatif maupun eksekutif.

“Proporsi anggota DPR yang berusia muda masih terbilang minim. Badan Parlemen Dunia, Inter-Parliamentary Union(IPU) mencatat bahwa DPR berada di urutan ke 33 dalam hal proporsi anggota parlemen usia di bawah 30 tahun dengan persentase sekitar 2,9%. Data representasi pemuda di parlemen ini dikumpulkan IPU dari sedikitnya 128 parlemen di dunia. Bila merujuk pada definisi pemuda di UU No.40/2009 tentang Kepemudaan, disebutkan kategori pemuda hanya sampai usia 30 tahun. Oleh sebab itu mendorong pemuda terlibat aktif dalam politik sangat dibutuhkan sebagai keterwakilan pemuda baik dilembaga legislative maupun eksekutif”.

Dengan semakin banyaknya pemuda yang terlibat dalam politik aktif semoga dapat mendorong pemuda untuk memiliki kesadaaran membangun bangsa dan Negara serta berkonstribusi dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here