LSI: Inilah Parpol Yang Memiliki Elektabilitas Dibawah 5 Persen

0
110

Liputandepok.com – Lembaga Survei Indonesia atau LSI Denny JA baru-baru ini menggelar survei nasional bertajuk “5 Isu Partai Politik Terkini di Tahun Politik” pada 7 sampai 14 Januari 2018. Survei ini dilakukan dengan cara wawancara tata muku terhadap 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi.

Dari survei yang dilakukan masih banyak parpol yang berada dibawah 5% baik partai lama maupun baru. Partai tersebut adalah Partai Nasdem 4,2 persen, PKS 3,8 persen, PPP 3,5 persen, Perindo 3,0 persen, PAN 2,0 persen, Hanura 0,7 persen, PSI 0,3 persen, PBB 0,3 persen dan PKPI 0,2 persen.

Sedangkan partai yang memiliki elektabilitas cukup tinggi menurut survei LSI Denny JA adalah PDIP merupakan partai yang memiliki elektabilitas yang tertinggi sebesar 22,2 persen, disusul oleh Golkar 15,5 persen, Gerindra 11,4 persen, Partai Demokrat 6,2 persen dan PKB 6,0 persen.

“Dalam survei Januari 2018, ada tiga partai yang elektabilitasnya di atas 10 persen, yakni PDIP, Golkar dan Gerindra. Ketiga partai ini konsisten mempunyai elektabilitas di atas 10 persen dalam 5 kali survei LSI Denny JA,” ujar Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar saat konferensi pers di Rawamangun, Jakarta, Rabu (23/1).

Lebih lanjut, Rully menilai pertarungan yang sengit akan terjadi di partai papan tengah. Menurut dia, dua partai yang bersaing di partai papan tengah ini, yakni Partai Demokrat dan PKB.

“Keduanya bersaing kuat untuk merebut posisi keempat. Apalagi bedanya sangat kecil, elektabilitas Partai Demokrat sebesar 6,2 persen dan PKB sebesarnya 6,0 persen. Di sejumlah survei LSI Denny JA sebelumnya menunjukkan bahwa kedua partai ini bersaing dan saling salib dalam peringkat keempat atau kelima,” terang dia.

PKB diuntungkan saat ini dengan isu-isu keislaman akhir-akhir ini, sedangkan Demokrat sangat dipengaruhi oleh sosok AHY.

“Manuver Muhaimin dan AHY sebagai capres atau cawapres di pemilu 2019 nanti juga mempengaruhi elektabilitas kedua partai ini,” tutur dia.

Tugas berat diemban oleh partai-partai pemilu yang berada dibawah 5% untuk segera mendongkrak elektabilitas partaiya menjelang Pemilu 2019. (FG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here