Hati-hati Ada Uang Palsu Beredar di Pengasinan Sawangan

0
131

DEPOK –  Beredarnya uang palsu sangat merugikan masyarakat, terutama untuk pedagang warung klontong. Mengantisipasi peredaran uang palsu,  masyarakat harus lebih cermat saat bertrantasksi dengan uang. Hal itu disampaikan Bhabinkamtibmas Kelurahan Pengasinan, Aipda Taslim saat melaksanakan sambang warga dalam mengantisipasi peredaran uang palsu.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pengasinan, Aipda Taslim mengatakan, sudah ada pedagang di wilayah Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, yang mendapatkan uang palsu dari seorang pembeli tidak di kenal. Menurutnya,  hal itu sangat merugikan pedagang, apalagi nominal uang palsu antara Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Untuk itu, dia meminta pedagang untuk selalu teliti saat menerima uang dalam nominal cukup besar.

“Kami selalu ingatkan pedagang untuk mengenal ciri asli uang palsu dan uang yang benar sesuai ketentuan Bank Indonesia,” kata Taslim.

Taslim menjelaskan, ada beberapa ciri khusus yang dapat diketahui masyarakat antara uang asli atau palsu. Pertama, mengenali unsur pengaman berupa tanda air, benang pengaman, tulisan mikro, gambar tersembunyi serta gambar saling isi atau rectoverso. Kedua, menerapkan pola tiga D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang. Ketiga, membiasakan merawat kualitas uang, menerima uang dalam kondisi baik, tidak lecek, tidak bolong, tidak terlipat, dan tidak penuh coretan.

Selain pedagang warung kelontong, lanjut Taslim peredaran uang palsu bisa terjadi disejumlah tempat yang kerap melaksanakan transaksi dengan uang. Diantaranya, minimarket, pasar tradisional, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).  Untuk itu, dia mengingatkan masyarakat lebih teliti, karena uang palsu sering dialami pedagang maupun masyarakat yang kurang teliti saat menerima uang.

“Jangan sampai ada pedagang maupun masyarakat yang tertipu terhadap uang palsu, ” tutup Taslim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here